PPG Unindra: Jalur Profesi Guru yang Masih Kurang Tersosialisasi

PPG Unindra: Jalur Profesi Guru yang Masih Kurang Tersosialisasi

 Sumber Gambar: Dok/AcepMusliman

LPM Progress - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi salah satu jalur penting bagi lulusan sarjana pendidikan yang ingin berkarier sebagai pengajar profesional. Namun, di Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) keberadaan PPG belum sepenuhnya dikenal luas oleh mahasiswa/i, khususnya pada mahasiswa/i program studi pendidikan tingkat akhir.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Acep Musliman menjelaskan bahwa PPG di Unindra secara resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 100 pada tanggal 13 Januari 2023 tentang Izin Pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Guru. Sedangkan pelaksanaan PPG di Unindra baru berjalan pada September di tahun yang sama karena sistem rekrutmen mahasiswa yang berbeda dengan program studi reguler. 

“PPG itu adalah program studi yang mahasiswanya tidak rekrut sendiri, tapi mahasiswanya itu dikirim dari direktorat, namanya direktorat PPG,” ujar Acep saat diwawancarai di ruang Dekan Pascasarjana, Kampus A, (29/12). 

Saat ini, Unindra melayani lima bidang studi PPG, yaitu Matematika, Fisika, Biologi, Ekonomi, dan Bahasa Inggris. Bidang studi lain seperti Bahasa Indonesia, Bimbingan Konseling, dan Pendidikan Sejarah belum dibuka karena masih dalam tahap pengusulan. Pelaksanaan PPG di Unindra terbagi dalam dua jalur, yaitu PPG Dalam Jabatan atau disebut PPG Guru Tertentu dan PPG Pra Jabatan yang disebut sebagai PPG Calon Guru. 

PPG Dalam Jabatan pertama kali dijalankan di Unindra pada tahun 2023 dengan mahasiswa yang dikirim dari dua bidang studi, Biologi dan Fisika. Pada tahap awal, perkuliahan masih dilakukan secara daring selama 57 hari di dua siklus. Siklus pertama terdiri dari 3 tahapan, seperti ujian, praktik pengalaman lapangan (PPL), dan siklus kedua ujian lagi sebelum pada akhirnya peserta mengikuti uji kompetensi yang menjadi penentu kelulusan. 

“Kelulusan PPG ditentukan dari uji kompetensi bukan dari perkuliahan itu, jadi perkuliahan itu hanya mempersiapkan saja. Nah, begitu selesai perkuliahan 57 hari itu (waktu itu masih ada perkuliahan), setelah itu baru di uji kompetensi, namanya uji kinerja (UKIN) dan uji pengetahuan,” ujar Acep saat diwawancarai di ruang Dekan Pascasarjana, Kampus A, (29/12).

Uji kinerja (UKIN) merupakan bentuk ujian di mana mahasiswa mengirimkan video pembelajaran berupa rekaman yang kemudian rekaman tersebut dinilai oleh dosen penguji. 

Memasuki tahun 2024, terdapat perubahan signifikan pada kebijakan PPG Dalam Jabatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 19, sistem perkuliahan ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran mandiri melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Lalu, tahun 2025 Unindra menerima sekitar 2.200 mahasiswa PPG Guru Tertentu dari lima bidang studi, tiap tahapnya terjadi di bulan yang berbeda-beda. 

Sementara itu, PPG Pra Jabatan atau PPG Calon Guru mulai dijalankan Unindra pada September 2024. Berbeda dengan jalur PPG Dalam Jabatan, peserta PPG Calon Guru wajib mengikuti perkuliahan tatap muka selama satu tahun atau dua semester. Terdapat empat bidang studi, yaitu Matematika, Fisika, Biologi, dan Ekonomi. Selain itu, mahasiswa dapat mendaftar PPG Calon Guru melalui SIMPKB, diikuti dengan serangkaian tes administrasi, akademik, dan wawancara. Total Unindra menerima 121 mahasiswa aktif hingga tahap yudisium.

“Kita berkewajiban mempromosikan kelulusan-lulusan S1 yang ada di kita sendiri, misalkan kita punya biologi, matematika, fisika, ekonomi silahkan bagi yang mau jadi guru silahkan mendaftar,” ujar Acep saat diwawancarai di ruang Dekan Pascasarjana, Kampus A, (29/12).

Lebih lanjut, Acep menjelaskan dalam menyelenggarakan PPG, Unindra ikut serta sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bersama dengan beberapa LPTK universitas lain, seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).

Terbatasnya sosialisasi PPG menjadi penyebab banyak mahasiswa yang belum memahami mekanisme PPG, meski program telah berjalan lebih dari satu tahun. Informasi ini hanya disampaikan melalui media kampus, media sosial, dosen, dan koordinator studi. Dengan hal ini, Unindra berencana untuk meningkatkan sosialisasi secara terarah, khususnya kepada mahasiswa semester enam dan tujuh, baik langsung maupun daring, agar mereka memiliki gambaran jelas tentang jalur PPG setelah lulus S1.

Dengan peran strategis PPG sebagai gerbang profesionalisasi guru, penguatan sosialisasi di tingkat universitas menjadi langkah penting agar mahasiswa tidak lagi salah kaprah tentang PPG. Kejelasan informasi sejak dini diharapkan mampu membantu mahasiswa Unindra dalam mempersiapkan diri menjadi calon pengajar profesional yang bersertifikasi dan siap ditempatkan sesuai kebutuhan pendidikan nasional.

 

Wartawan: Hidayah Al Khaliq

Penulis: Irma Faurina

Editor: Khoiru Nisa