Simpang Siur Pelaksanaan Mata Kuliah Praktikum di Tengah Pandemi

Simpang Siur Pelaksanaan Mata Kuliah Praktikum di Tengah Pandemi

Ilustrasi praktikum. Sumber: Unsplash.com

 

LPM Progress - Pada semester gasal tahun akademik 2020/2021 Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menerapkan perkuliahan daring. Namun, hingga minggu ke tujuh pelaksanaan perkuliahan masih terjadi simpang siur dan tarik ulur pelaksanaan mata kuliah praktikum.

Mata kuliah praktikum yang pada saat kondisi normal dilakukan secara luring di laboratorium, kini tak jelas nasibnya. Terkait penerapan perkuliahan praktikum, Rektorat tidak mengeluarkan kebijakan yang pasti dan menyeluruh supaya diterapkan oleh mahasiswa serta dosen.

Di tengah ketidakpastian ini beberapa mahasiswa mengaku pelaksanaan mata kuliah praktikum secara daring dengan menerapkan praktik mandiri di rumah.

Menurut pengakuan Natali mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, dia sudah melakukan perkuliahan praktikum secara daring dengan menggunakan aplikasi WhatsApp Group. Materi dan penjelasan mengenai mata kuliah yang bersangkutan diberikan oleh Asisten Lab, kemudian mahasiswa melakukan praktik mandiri di rumah.

“Menggunakan WAG dengan diberi penjelasan dari Aslabnya [Asisten Lab], terus kita [mahasiswa] praktik sendiri di rumah,” ujar Natali saat dihubungi, (6/10).

Hal serupa juga dialami Ali mahasiswa Pendidikan Ekonomi, dia pada semester gasal ini terdapat mata kuliah laboratorium akuntansi. Ali mengatakan, mata kuliah ini sebelum pandemi dilakukan secara langsung di laboratorium kampus. Namun, saat ini dilaksanakan secara daring.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, bahwa pelaksanaan mata kuliah praktikum ini melalui WhatsApp Group dan Youtube serta dosen yang bersangkutan memberikan pedoman (modul) dalam format file.

Ketika tim Progress mengonfirmasi kepada Irwan Agus, Warek Bidang Akademik, ia mengatakan pelaksanaan mata kuliah praktikum dilakukan dengan dua cara yakni: daring dan tatap muka. Menurut Irwan mata kuliah praktikum yang daring itu adalah teori-teorinya saja, praktiknya tetap dilakukan nanti dengan tatap muka.

Lebih lanjut menurutnya, “Lab [pelaksanaan tatap muka] direncanakan bulan Januari – Februari. Bila masih tidak memungkinkan jadwal akan direschedule,” ujar Irwan saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (29/9).

Bila mengacu pada Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021 di Perguruan Tinggi, yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Maka perkuliahan praktikum dimaksimalkan secara daring, bila tidak memungkinkan bisa dilakukan tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan dan tetap memperhatikan keselamatan serta kesehatan civitas akademika.

Sebenarnya, Unindra bisa saja melakukan kuliah praktikum tatap muka di laboratorium kampus dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun, Irwan Agus menampik hal itu, sebab dengan jumlah mahasiswa sekitar 35 ribu dan mengingat Unindra hanya mempunyai dua Gedung (wisma & Gedung 1 Ranco) fasilitas laboratorium. 

“Berapa jumlah mahasiswa kita [Unindra]? Bila yang praktikum hanya 25 persen berapa lama waktu yang dibutuhkan? Dosen berarti mengajar empat kali. Coba kamu hitung deh,” tegas Irwan saat dihubungi (29/9).

Meski demikian, sebelumnya mahasiswa tetap ditarik iuran untuk bayar mata kuliah praktikum dengan nominal yang beragam. Mulai dari 25 ribu, 50 ribu, 75 ribu, hingga 100 ribu permata kuliah.

Di sisi lain, Heru Sriyono Warek bidang Administrasi umum mengatakan, bahwa mata kuliah praktikum diupayakan dilakukan daring dan tidak berbayar. Lebih lanjut, dia mengimbau agar mahasiswa menunggu edaran yang dikeluarkan oleh Markominfo.

“Mengapa saya anjurkan menunggu edaran, karena keputusan tentang praktikum diputuskan oleh Pak Rektor yang diedarkan melalui divisi markominfo. Sabar ya,” ujranya saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (30/9).

Hingga berita ini terbit, belum ada kejelasan ataupun surat edaran dari kampus baik itu yang diedarkan oleh Markominfo melalui akun Instagram @officialunindra atau lainnya.

 

Reporter: Ayu Anggeraini
Penulis: Syntha Dolak Saribu
Editor: Achmad Rizki Muazam