Rektor Unindra Targetkan Gedung S3 Rampung Tahun Ini
Sumber Gambar : Dok/LPMProgress/Raihan Al Fandi
LPM Progress - Sejak tahun 2018, Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) mulai merancang dan mengajukan izin pembangunan program doktoral. Namun, dua tahun sejak pembangunan gedung khusus untuk perkuliahan program S3 tersebut, belum sepenuhnya rampung.
Saat ini mahasiswa S3 masih menempati Gedung 7 Kampus B Unindra sebagai tempat sementara, sedangkan untuk gedung khusus program S3 sendiri masih dalam tahap pembangunan yang ditargetkan rampung di tahun ini.
Pembangunan gedung khusus S3 yang berada di Kampus B ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir, menimbulkan sejumlah keluhan dari mahasiswa di sekitar area pembangunan, terutama terkait debu dan kebisingan. Sumaryoto selaku Rektor Unindra meresponsnya dengan berupaya menyelesaikan pembangunan secepatnya, hanya saja bergantung pada kondisi keuangan kampus.
Keterbatasan dana dan sumber daya menjadi hambatan utama dalam proses pembangunan gedung S3. Sumaryoto menegaskan bahwa seluruh pendanaan bersumber dari internal Unindra tanpa dukungan mitra eksternal.
“Kendalanya ya pendanaan. Karena semuanya dari mahasiswa. Kalau mahasiswanya rajin bayar, ya kita bisa cepat,” ungkap Sumaryoto dalam sesi wawancara di dalam Ruang Rektor, Kampus A, (01/07).
Sumaryoto menyampaikan bahwa pembukaan program S3 merupakan bagian dari visi Unindra untuk menjadi perguruan tinggi yang lengkap.
“Ini program yang sangat panjang. Kita ingin melengkapi diri sebagai perguruan tinggi, bukan hanya menyediakan program S1 dan S2, tapi juga S3,” ujarnya dalam sesi wawancara di Ruang Rektor, Kampus A, (01/07).
Program S3 yang kini aktif adalah bidang Ilmu Pendidikan, dengan fokus awal pada Pendidikan Bahasa Indonesia. Namun, kendala utama pengembangan program studi lain adanya keterbatasan dosen doktor yang berjabatan lektor kepala.
Memasuki semester tiga, jumlah saat ini mencapai 30 mahasiswa dan enam orang dosen, dengan ketentuan rasio ideal dosen dan mahasiswa S3 ditentukan sebesar 1:10.
“Kalau ingin menambah jumlah mahasiswa, ya harus menambah jumlah dosen,” ujar Sumaryoto dalam sesi wawancara di dalam Ruang Rektor, Kampus A, (01/07).
Saat ini, penerimaan mahasiswa S3 dilakukan setiap semester dengan jumlah maksimal sepuluh mahasiswa. Meski belum ada sistem gelombang, seleksi tetap berjalan ketat dengan syarat utama, yaitu lulusan S2, hasil tes tertulis yang memuaskan, serta penilaian wawancara akademik yang baik.
Rektor juga menuturkan bahwa para lulusan S3 Unindra nantinya diharapkan dapat memperkuat tenaga pengajar untuk program S2 yang saat ini juga sedang dikembangkan.
Unindra melibatkan seluruh pihak internal, khususnya dari program studi S2, dalam penyusunan struktur akademik program S3. Kerja sama antara dekan dan kepala program studi menjadi landasan penting dalam merancang sistem akademik yang adaptif dan berkelanjutan.
Wartawan: Raka Gemilang & Raihan Al Fandi
Penulis: Raihan Al Fandi
Editor: Nazwan Irsyad
