Strategi Unindra untuk Prodi Baru yang Masih Sepi Peminat
Sumber Gambar: Dok/LPMProgress/DwiSyafitri
LPM Progress - Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di setiap semester, salah satunya pada Semester Ganjil 2025/2026. Penerimaan ini terbuka untuk calon mahasiswa S1, S2, dan S3 yang dapat mendaftar secara daring melalui laman pmb.unindra.ac.id.
PMB merupakan agenda rutin sebuah perguruan tinggi dalam memilih dan menerima calon mahasiswa baru yang dianggap sesuai, serta memenuhi kriteria perguruan tinggi tersebut.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Irwan Agus, mengatakan tujuan utama dari PMB ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam menempuh pendidikan tinggi, dan menjamin pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.
Saat ini Unindra tercatat memiliki empat fakultas S1 dengan total 16 program studi (prodi), yang diantaranya merupakan prodi baru, yaitu Bisnis Digital, Manajemen Ritel, Sistem Informasi, dan Sains Data.
Dilansir dari laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), terkhusus pada prodi Sains Data yang merupakan prodi baru dibuka pada 29 April 2024 ini memiliki jumlah pendaftar 17 mahasiswa pada tahun ajaran 2024. Sedangkan, jumlah mahasiswa pada prodi baru lainnya mencapai ratusan mahasiswa.
Masih rendahnya pendaftar prodi Sains Data lantaran minimnya sosialisasi dari pihak kampus. Irwan Agus turut menyoroti dua alasan utama dibalik minimnya jumlah mahasiswa di program studi tersebut, yaitu kurangnya sosialisasi dan kesiapan calon mahasiswa untuk belajar Sains Data.
"Untuk sains data memiliki persoalan khusus, kenapa? Karena banyak masyarakat yang belum familiar mengenai sains data," ujar Irwan Agus saat diwawancarai di Kampus A Unindra, (25/06).
Menurutnya, program studi Sains Data serta beberapa program studi lainnya seperti Fisika, Biologi, dan Matematika sering kali menjadi kekhawatiran calon mahasiswa baru karena dianggap tidak mampu dalam mengikuti pembelajaran yang akan dilalui.
"Menurut saya ini kayaknya belum dipahami atau mungkin dia paham tapi tidak siap untuk belajar sains data dan merasa sains data itu hal yang menakutkan," tambahnya kepada Tim LPM Progress, (25/06).
Dalam strategi penerimaan mahasiswa baru, Irwan Agus menuturkan masih menggunakan strategi lama seperti pemasangan spanduk di area strategis, penyebaran brosur, dan penulisan rekomendasi dengan menyertakan nama mahasiswa aktif beserta nomor pokok mahasiswa (NPM) dalam kolom rekomendasi pada penerimaan mahasiswa baru.
Tahun ini, strategi yang memiliki perbedaan signifikan adalah menambahkan peran aktif media sosial seperti melalui Instagram dan TikTok. Upaya ini diambil karena melihat Generasi Z (Gen Z) aktif bermedia sosial. Selain itu, Unindra juga turut mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa semester awal dalam satu ruangan untuk meminta menyosialisasikan PMB ini.
Irwan Agus menambahkan, strategi lainnya melalui perekrutan duta bahasa yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Bahasa (LPB). Para duta yang terpilih memiliki peran membuat event atau kegiatan untuk mempromosikan Unindra.
Dilansir dari lpb.unindra.ac.id, Duta Bahasa adalah ajang pemilihan eksklusif bagi mahasiswa S1 Unindra dari seluruh program studi. Kegiatan ini bertujuan mencari sosok mahasiswa inspiratif yang mampu mempromosikan kampus.
“Jadi upaya-upaya ini terus kita coba semaksimal mungkin dengan harapan tantangan yang kita hadapi bisa kita hadapi dengan bagus,” ujar Irwan Agus saat diwawancarai di Kampus A Unindra, (25/06).
Wartawan: Arriel Ahmadeuz
Penulis: Dwi Syafitri
Editor: Nasywa Zahara
