Dialog Mahasiswa Pemira Unindra 2025 Berlangsung di Tengah Keterlambatan dan Minim Koordinasi
Sumber Gambar: Dok/LPMProgress/AdindaSyahrani
LPM Progress - Minggu (19/10), Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU) melaksanakan kegiatan Dialog Mahasiswa Pemilihan Umum Raya (Pemira) di Ruang DKV Lt.4 Kampus A Universitas Indraprasta PGRI (Unindra). Kegiatan ini dihadiri oleh para Calon Pimpinan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U), dan BEM Fakultas (BEM-F), dan tim sukses masing-masing calon, serta beberapa mahasiswa perwakilan fakultas.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.04 WIB ini mengalami kemunduran waktu dari yang sudah disesuaikan lantaran sebagian peserta datang lebih lambat dari waktu yang telah ditentukan. Kemudian, kegiatan berlanjut dilaksanakan dengan pemaparan visi misi dari Calon Ketua DPM, BEM-U, dan BEM-F.
Sesi debat utama berlangsung dinamis dengan penyampaian visi dan rencana kerja antara calon pimpinan dan argumentasi peserta dialog, termasuk gagasan mengenai peningkatan advokasi mahasiswa, transparansi dana organisasi, dan sistem kaderisasi yang lebih terarah.
Meskipun begitu, secara pelaksanaan berdasarkan timeline pemira yang dikeluarkan oleh KPU melalui Instagram, Dialog Mahasiswa seharusnya terbagi menjadi dua bagian yaitu Dialog BEM-U & DPM pada 18 Oktober 2025, dan Dialog BEM-F pada 19 Oktober 2025. Namun, kegiatan ini mengalami perubahan jadwal mendadak yang diberitahukan lewat Instagram Story Pemira Unindra pada Sabtu (18/10) malam hari.
Nabila (bukan nama sebenarnya) selaku Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyampaikan bahwa undangan kegiatan yang diterima Bawaslu juga secara mendadak. Hal itu menyebabkan koordinasi internal Bawaslu menjadi terbatas, terutama dalam pembagian tugas pengawasan di lapangan.
“Cuma kalau untuk undangan sendiri itu dadakan ya, jadinya kita juga kayak harus ngatur lagi siapa yang ini (bertugas), karena kita semua kan punya jadwalnya masing-masing ya,” kata Nabila ketika diwawancarai di Ruang DKV Lt. 4, (19/10).
Muhammad Leonaldo Saputra selaku PJ Konseptor KPU membenarkan adanya kendala teknis menjelang pelaksanaan kegiatan. Dalam wawancara bersama LPM Progress, Leo menjelaskan bahwa keterlambatan disebabkan perubahan teknis yang baru diputuskan menjelang pelaksanaan.
Ia mengatakan bahwa kondisi di lapangan membuat jadwal dan penyebaran informasi tidak berjalan sesuai rencana. "Ini mengenai daripada perubahan timeline tempat, yang itu menjadi acuan buat kami kenapa pada akhirnya undangan serta BC-an itu telat,” ujar Leo ketika diwawancarai di Kampus A, (19/10).
Leo melihat Dialog Mahasiswa ini sebagai tempat adu gagasan, maka dari itu harus dipikirkan kondisi dan situasi yang ada. Dirinya menambahkan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar koordinasi berikutnya lebih matang.
"Karena melihat dari kinerja ataupun kegiatan yang kita laksanakan, pasti itu bakalan ada evaluasi. Yang pasti kita akan tingkatkan lagi lebih lanjut perihal gimana nih untuk kegiatan selanjutnya," ujar Leo.
Lebih lanjut, dalam pengawasan lapangan Ketua KPU dan Bawaslu tidak hadir karena alasan pribadi dan kesehatan sehingga Dialog Mahasiswa ini diatur oleh Leonaldo selaku PJ Konseptor dan Gizela selaku Sekretaris KPU. Leo menuturkan akan adanya berita acara yang dipublikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban KPU terhadap publik.
"Untuk perihal tersebut, kita pastinya akan membuat berita acara mengenai hal ini. Karena melihat kondisi yang ada juga, pastinya teman-teman ormawa butuh klarifikasi dari kami KPU maupun Bawaslu tersebut," ujarnya.
Penulis: Muhamad Fikri
Editor: Nasya Zahrotunida
