Gema yang Abadi

Gema yang Abadi

Sumber Gambar: Pinterest

 

Dalam gelap, nafasku tercekik

Terbirit-birit menyelamatkan diri.

 

Pedih tenggorokan berteriak keadilan 

Pedih tenggorokan berteriak kebenaran

Pedih tenggorokan berteriak kedamaian

Pedih tenggorokan berteriak kehidupan.  

 

Bulir air mata memaksa keluar dan menekan

Tapi hilang jua tangis dan teriakku sebelum tersampaikan

Angin membawanya pergi, seolah menertawakan.

 

Namun,

Aku takkan menyerah

Aku akan tetap pada pendirianku

Menggaungkan gema yang sama 

Hingga menjadi melodi kemenangan yang abadi.

 

Penulis: Dwi Syafitri

Editor: Anisa Adiyanti