Sang Puan
Sumber gambar: Pinterest.com
Berulang kali bayang mendekap.
Bertandang berani dalam gelap.
Bak matahari sudi tenggelam.
Berganti bulan menghidupi malam.
Sang Puan berbenah,
mengurai ingatan,
mengusik metafora,
ruang tanpa keadilan.
Setiap mata enggan melihat ke bawah.
Sebab tak ada pelangi di sana.
Kini yang tersisa hanyalah luka.
Terseok-seok bersamanya meniti jalan pulang.
Penulis: Alya Layla Yunus
Editor: Malaika Putra Aryanto
