Film Antrum dan Kutukan Mematikan di dalamnya

Film Antrum dan Kutukan Mematikan di dalamnya

Sumber Gambar : youtube.com

 

LPM Progress - Jika sebuah film dianggap sebagai ‘film kutukan dan mematikan’ apakah Anda masih ingin menontonnya?

Belakangan ini media sosial banyak dihebohkan dengan sebuah film bergenre horor dan dikenal sebagai film mematikan sepanjang masa yang berjudul “Antrum”.

Film Antrum diproduksi untuk pertama kalinya pada tahun 1970-an dan telah ditayangkan pada beberapa bioskop di Amerika dan Eropa. Banyak peristiwa mengerikan dan dianggap sebagai kutukan sejak penayangan film ini di beberapa negara. Beberapa di antaranya terjadi pada tahun 1988 ketika penayangan di Festival Film Budapest 1988, tanpa ada penjelasan yang jelas bioskop tempat pemutaran film tersebut terbakar dan menyebabkan 86 penonton kehilangan nyawa. Kejadian serupa terulang pada bioskop di San Fransisco pada 1993, di mana terjadi sebuah ledakan yang tidak bisa dijelaskan alasannya, hingga memakan korban jiwa sebanyak 30 orang. Setelah menimbulkan berbagai kejadian aneh dan mengerikan, pemutaran film ini pun akhirnya dihentikan.

Di tahun 2018, film Antrum kembali ditayangkan kembali di the Brooklyn Horror Film Festival dan diproduksi ulang pada 2019 oleh sutradara David Amito dan Michael Laicini dengan judul “Antrum: The Deadliest Film Ever Made”. Melansir dari Daily Star, menurut pengakuan David dan Michael ada bagian rahasia dalam film yang hanya bisa dilihat beberapa penonton, dan jika Anda melihat bagian ini, maka Anda dipastikan akan mengalami malapetaka.

Film yang berdurasi 1 jam 35 menit ini menceritakan perjalanan Nathan dan kakak perempuannya Oralee ke dalam hutan terlarang dengan tujuan menghidupkan kembali anjing kesayangan mereka. Anehnya, di dalam hutan mereka melakukan ritual pemanggilan setan, dan dari sinilah keanehan-keanehan terjadi dan mengikuti mereka.

Di awal mulainya film, kita disuguhkan dengan sebuah dokumenter dari kesaksian orang-orang mengenai kisah film ini pada waktu dulu seperti apa sehingga menelan banyak korban.

Setelah selesai sesi dokumenter tersebut, sebelum melanjutkan menonton film Antrum ini, akan ada sebuah peringatan besar yang menerangkan bahwa pihak produksi film tidak akan bertanggung jawab dengan risiko yang terjadi kepada penonton setelah menonton film tersebut. Peringatan tersebut memiliki durasi 30 detik, dimana perhitungan mundur 30 detik tersebut dapat menimbulkan sedikit kekhawatiran apakah tetap lanjut menonton atau tidak. Nah, buat kalian yang memilliki ketakutan atau rasa was-was pada film ini, dianjurkan untuk tidak lanjut menonton atau untuk tidak menontonnya sama sekali.

 

Sumber Gambar : en.wikipedia.org

 

Ketika film ini benar-benar dimulai, muncul adegan anjing Nathan yang disuntik mati tanpa dijelaskan penyebabnya, tapi penyebab tersebut ternyata terjawab di pertengahan film. Setelah itu, muncul tayangan-tayangan simbol satanic yang tampil seperti watermark, dan simbol ini muncul di beberapa bagian lainnya selama penayangan film tersebut. Dimana simbol-simbol tersebut dirasa kurang berhubungan dengan ceritanya, tapi membuat merinding.

Sebagaimana di awal cerita tadi belum terjelaskan penyebab kematian anjing tersebut, rasa penasaran Nathan pun tergugah untuk bertanya kepada ibunya dimana keberadaan anjingnya. Ibunya yang saat itu lagi menyetir mobil tiba-tiba menghilang setelah menjawab keberadaan anjing Nathan dan mobilnya berjalan sendiri. Di sini agak sedikit membingungkan sebenarnya, kemana Ibunya Nathan pergi? Tapi ternyata di kelanjutan film terjawab, segala hal yang dilihat Nathan selama diperjalanan, hingga melihat Oralee berdarah di sampingnya hanyalah imajinasi Nathan. Hemm, seram juga ya imajinasi seorang Nathan.

Rasa kasihan Oralee terhadap Nathan karena dimimpikan oleh anjingnya terus-menerus, membuatnya mengajak Nathan ke hutan terlarang untuk mencari anjingnya di neraka seperti yang dikatakan ibunya.

Kejadian aneh pun mulai muncul sejak mereka membangun tenda dan mulai melakukan ritual pemanggilan setan. Dari keyakinan Oralee terhadap penentuan posisi tenda hingga tingkatan-tingkatan gerbang neraka serta buku merah miliknya yang berbau satanic, akan membuat penonton menduga-duga apakah Oralee ini seorang indigo atau memang hanya sekedar yakin?

Kejadian menyeramkan mereka setiap kali menggali tanah yang dianggap sebagai tingkatan untuk menemukan gerbang neraka, serta pertemuan mereka dengan dua pria di hutan yang dianggap mirip dengan ilustrasi iblis di dalam buku merah Oralee semakin membuat suasana menonton menjadi lebih menegangkan. Banyak adegan-adegan yang membuat kita semakin penasaran saat menonton film ini.

Tapi sangat disayangkan, akhir film yang masih kurang klimaks karena penempatan ending yang kurang tepat. Dimana ending dari film Antrum ini ditempatkan setelah post credit scene, yang jika penonton tidak tahu maka film ini akan memiliki akhir yang sangat menggantung.

Meskipun memiliki alur cerita yang sedikit aneh, film ini diyakini oleh kedua sutradara yang akan menarik banyak perhatian penonton mancanegara di tahun 2020.

Jadi bagaimana, masihkah kalian tertarik untuk menonton film Antrum ini? Atau sebaliknya tidak sama sekali, jika kalian takut terkena kutukannya.

 

Penulis : Wanda Novianti

Editor   : Intan Juniwiranti