Ruang yang Dirampas

Ruang yang Dirampas

Sumber gambar: https://www.piramida.id

 

Asap naik perlahan,

menari di udara

lalu diam-diam

menetap di paru-paru.

 

Aku berdiri

asing di ruang sendiri,

padahal yang kuminta

hanya udara bersih.

 

Katamu,

“hanya sebentar.”

 

Namun yang sebentar itu

tinggal lama

di dada dan kepala.

 

Setiap protes

kau sebut berlebihan,

sementara egomu

terus mengepul tanpa salah.

 

“Kebebasanku,” katamu.

 

Benar, itu hidupmu.

Tapi kau lupa—

aku juga hidup

di udara yang sama.

 

Abu jatuh ke lantai,

seperti resah

yang menumpuk diam-diam

di hatiku.

 

Bagimu

itu kenikmatan yang dibakar perlahan.

 

Bagiku

itu ketenangan

yang ikut hangus di udara.

 

Penulis: Ahmad Iqbal Indra Sanjaya

Editor: Khoiru Nisa